Bekraf, Solo – Mentor dan alumni Coding Mum seluruh Indonesia dipertemukan dalam sebuah gelaran bertajuk Coding Mum Meet Up yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Hotel Aziza by Horison, Solo pada 5 Oktober 2019 sebagai salah satu bagian dari rangkaian kegiatan Bekraf Festival 2019 di Kota Surakarta, Solo.

Kegiatan ini merupakan wadah bagi mentor dan alumni coding mum untuk mengenal satu sama lain, berbagi pengalaman dan membangun networking. Dalam kesempatan tersebut, beberapa alumni juga diberikan kesempatan untuk menampilkan website yang telah mereka buat.

“KPI (Key Indicator Performance) keberhasilan coding mum bukan hanya menghasilkan coder-coder baru tetapi juga bagaimana bisa membuat mereka berkembang dan bisa sustain,” ujar Head of Kolla Education, Prayudi Utomo di Hotel Aziza by Horison, Kota Surakarta (5/10/2019).

Yudi menekankan, selama berlangsungnya program banyak bermunculan parameter baru, dimana kami temukan bahwa psikologi berpengaruh terhadap jalannya proses pembelajaran. Fokus utamanya pada mentor, mentor yang bagus akan menghasilkan alumni coding mum atau coder yang bagus pula dan sebaliknya. Misalnya para mentor di kelas difabel, terkadang emosi peserta coding mum difabel kurang stabil.  Jika mentornya bagus, maka bisa menenangkan dan tetap memastikan suasana belajar tetap kondusif. Oleh karena itu ekosistem coding mum tidak hanya peserta, materi dan mentor yang bagus tetapi juga pedagogi (seni pembelajaran) yang tercipta dari ketiga aspek tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, para alumni berkesempatan untuk berbagi pengalaman menarik sebelum dan setelah jalannya program. Misalnya Nabila (24) salah satu alumni coding mum difabel yang awalnya tidak mengetahui sama sekali apa itu coding, saat ini bahkan sudah bisa membuat websitenya sendiri. Hal yang sama juga dirasakan Ryan (16), alumni coding mum pesantren Bandung, Ryan bahkan sudah memiliki 250ribu pengikut melalui website yang dibuatnya yaitu dunia santri.

Beberapa contoh keberhasilan program coding mum di atas tentunya tidak lepas dari tantangan yang dihadapi saat proses belajar belajar berlangsung salah satunya adalah memastikan materi yang disampaikan oleh mentor selalu update dan mengikuti teknologi terkini. Jika materi sudah obsolete, maka hasilnya akan tidak maksimal. Selain itu, tantangan lainnya adalah pedagoginya, bahwa saat mereka mengikuti program tidak hanya fokus pada pembelajarannya, tetapi mereka bisa mendapat sesuatu setelah keluar dari kelas.

Melalui Coding Mum Meet Up ini, Bekraf dan Kolla Education berharap selain bisa menumbuhkan coder-coder baru juga bisa menciptakan mentor-mentor handal dan mampu memperkuat ekosistem coding nasional. Selain Coding Mum Meet Up, Bekraf  dan Kolla Education juga menggelar Zumba bersama Coding Mum di Area Car Free Day, Kota Surakarta, Solo satu hari setelahnya (6/10).FIT

Sumber: Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (BEKRAF RI)